Bagaimana Cara Mengatasi Cedera Kepala Saat Berolahraga?

SHARE
Bagaimana Cara Mengatasi Cedera Kepala Saat Berolahraga

OptiDaily.com – Cedera kepala adalah cedera yang terjadi pada kulit kepala, tengkorak, dan otak yang disebabkan oleh trauma.

Cedera kepala atau memar otak adalah dua hal yang paling mudah mengintai seseorang yang sedang berolahraga.

Menurut Brain Injury Association of America, ada 5 jenis olahraga yang mudah mengalami cedera kepala diantaranya bersepeda, basket, kecelakaan di taman bermain, dan sepak bola.

Lantas bagaimana cara menangani Seseorang yang Mengalami Cedera Kepala?

Bila seseorang mengalami cedera kepala harus segera mendapatkan bantuan medis sebab cedera yang tidak terdiagnosis dan tidak mendapatkan perawatan kemungkinan besar akan membuat penderitanya menjadi catat dan mengalami kerusakan otak jangka panjang.

Meskipun kematian cidera olahraga termasuk jarang terjadi namun cedera otak adalah penyebab utama kematian yang berhubungan dengan olahraga.

Gejala Cedera Kepala Traumatik

Tergantung dari tingkat keparahannya, cedera otak akibat benturan kepala berkisar dari ringan hingga parah. Tanda dan gejala cedere kepala Traumatik adalah sebagai berikut.

  1. Kebingungan
  2. Depresi
  3. Pusing atau masalah keseimbangan
  4. Penglihatan ganda atau buram
  5. Merasa pening, goyah, terhuyung-huyung
  6. Kelelahan
  7. Sakit kepala
  8. Hilang ingatan
  9. Mual
  10. Sensitivitas terhadap suara atau cahaya
  11. Sulit tidur
  12. Sulit berkonsentrasi dan mengingat

Baca Juga: Gejala Penyebab Hipoksia Penyakit yang dialami Choirul Huda Penjaga gawang Persela Lamongan 

Cedera otak traumatik ringan bisa diketahui saat melihat perubahan status mental seperti hilang kesadaran , bengong, dan kebingungan. Namun berbeda pada kasus cedera kepala lebih serius ditandai dengan hal berikut ini. (dsp)

  1. Perubahan ukuran pupil
  2. Keluar cairan bening atau darah dari hidung, mulut, atau telinga
  3. Kejang
  4. Fitur wajah berubah
  5. Memar di wajah
  6. Keretakan tengkorak atau wajah
  7. Kerusakan pendengaran, indera pencium, perasa, dan penglihatan
  8. Ketidakmamuan untuk menggerakkan satu atau lebih tungkai tubuh (tangan, kaki, leher)
  9. Mudah marah
  10. Pusing
  11. Hilang kesadaran (bisa sangat singkat, beberapa detik hingga menit, atau berjam-jam)
  12. Laju pernapasan rendah
  13. Gelisah, teledor, koordinasi anggota tubuh berantakan
  14. Sakit kepala parah
  15. Bicara cadel atau penglihatan kabur
  16. Leher terasa kaku atau muntah
  17. Gejala (apapun) semakin parah setelah pemulihan tahap awal
  18. Pembengkakan di area benturan
  19. Muntah-muntah yang konsisten

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY