Harga Muntahan Ikan Paus 1 Kg 500 juta, Kenapa Mahal?

SHARE
Harga Muntahan Ikan Paus 1 Kg 500 juta, Kenapa Mahal

OptiDaily.com – Muntahan ikan paus mungkin masih asing ditelinga Anda. Namun bagi yang sudah tahu dan pernah melihat secara langsung tentu ingat dengan bentuk dan baunya yang menyengat.

Bau muntahan ikan paus mirip seperti kotoran manusia. Membayangkannya saja sudah menjijikan bukan? Apalagi langsung menciumnya.

Tapi dibalik baunya yang menjijikan, muntahan ikan paus bisa membuat Anda kaya mendadakak. Harga ikan paus ini bernilai tinggi dengan harga miliaran rupiah.

Dilansir dari Gulf News, seorang nelatanan ikan asal Iman, Khalis Al Siani mendadak kaya karena muntahan ikan paus yang ia temukan. Khalid menemukan muntahan ikan paus 60kg.

Perusahaan asal Uni Emirat Arab ini memberikan tawaran kepada Khalid  US$19.485 hingga US$35.000 per kilogram. Dapat dibayangkan berapa uang yang akan diterima Khalid bila ia menjual muntahan ikan paus tersebut. Khalid akan mendapatkan kurang lebih US$2,1 juta atau lebih dari Rp28 miliar dari 60kg muntahan ikan paus tersebut.

Kenapa Muntahan Ikan Paus Mahal?

Harga muntahan ikan puas bisa sangat mahal karena mengandung ambergris. Kandungan ini bisa dijadikan sebagai bahan utama pembuatan parfum mahal. Ambergris inilah yang membuat wangi dari parfum bertahan lama.

muntahan ikan paus

Ambergris Ikan Paus

Ambergis pada muntahan ikan paus dihasilkan dari lobang kotoran ikan puas. Setelah keluar benda tersebut biasanya bertahan sampai bertahun-tahun di dalam laut hingga akhirnya terdampar dipinggir pantai. Tak heran kalau banyak orang yang menjuluki kotoran tersebut disebut muntahan ikan paus.

Baca Juga: Tak Perlu Keluar Negeri Untuk Diving Bersama Ikan Hiu

Muntahan ikan paus juga disebut sebagai emas mengambang. (fnf)

 

Wanita yang saat ini senang berbagi informasi mengenai berita, hiburan, wisata serta informasi lainnya yang dikemas dan disajikan secara menarik. Saat ini telah menjadi penulis portal berita online dari www.optidaily.com.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY