Kerbau Injak Bom Rakitan di Bantul Akhirnya Tewas Akibat Paku Berkarat

SHARE
kerbau-injak-bom-rakitan-di-bantul-akhirnya-tewas-akibat-paku-berkarat

OptiDaily.com – Meski sempat mendapatkan penanganan media dari beberapa dokter hewan, akhirnya kerbau milik warga Dusun Sawahn, Desa Sumberagung Kecamatan Jetis Batul mati. Anak kerbau itu mati lantaran menginjak bom rakitan yang berisi ratusan paku.

Paku-paku berkarat itulah yang menempel di tubuhnya hingga menyebabkan luka yang menyebabkan kerbau yang menginjak bom mati.

Keterangan dari dokter hewan Sinta Dewa dari Puskeswan Jetis mengatakan kondisi luka akibat paku-paku itu cukup parah meskipun sebelumnya sudah ditangani medis. Sinta menambahkan tubuh dibagian perut dan kaki yang tertusuk paku dengan ukuran paku yang bervariasi antara 5 sampai 10 cm dengan jumlah lebih dari 50 paku terdapat virus yang membuat metabolisme kerbau tidak kuat lagi.

Sinta juga menjelaskan kemungkinan besar masih banyak paku-paku yang masih tertancap ditubuh kerbau yang tidak bisa dilihat dengan kasat mata harus menggunakan rongten. Terlebih lagi paku sudah mengenai organ vital kerbau.

Tim dokter sudah memberikan suntikan antibiotik, vitamin, anti radang untuk mencoba mengobati kerbau itu akan tetapi paku yang banyak dengan ukuran yang berbeda ditambah dengan paku yang sudah berkarat membuat kerbau tidak selamat.
Selain paku, Sinta juga mengatakan kemungkinan bom tersebut terdapat kandungan bahan kimia lain yang membuat kerbau mati.

Baca Juga: Foto Profil Briptu Arif Bambang Jatmiko Anggota Sabhara Polres Madiun Kota Bunuh Diri Tembak Kepalanya

Sebelum mati, Subardi pemilik kerbau mengatakan kerbau miliknya sempat meronta-ronta seperti kesakitan. Akhirnya pada pukul 23.00 nafasnya sudah tidak ada lagi. Subardi juga menduga kemungkinan masih banyak paku yang ada didalam tubuh kerbau miliknya. (fnf)

Wanita yang saat ini senang berbagi informasi mengenai berita, hiburan, wisata serta informasi lainnya yang dikemas dan disajikan secara menarik. Saat ini telah menjadi penulis portal berita online dari www.optidaily.com.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY