Video Pembunuhan 2 WNI di Hongkong Oleh Mantan Bankir Inggris Diputar Saat Sidang Berlangsung

SHARE
video-pembunuhan-2-wni-di-hongkong-oleh-mantan-bankir-inggris-diputar-saat-sidang-berlangsung

OptiDaily.com – Kasus pembunuhan dua wanita Indonesia kini berlanjut ke meja persidangan. Rurik Jutting, mantan bankir Inggris alias tersangka pembunuhan terhadap 2 WNI itu tengah menjalani persidangannya. Namun saat sidang berlangsung, video pembunuhan yang direkam melalui ponsel Jutting itu diputar kepada juri persidangan.

Berdasarkan laman Reuters, rekaman pembunuhan mengerikan terhadap 2 WNI itu menjadi salah satu bukti dalam kasus yang kini menjadi sorotan berbagai dunia.

Diketahui, Jutting adalah alumni dari Cambridge University dan Winchester College di Inggris. Sebelum melakukan pembunuhan terhadap 2 wanita asal Indonesia pada November 2014, Jutting sempat bekerja di Bank of America Merrill Lynch, Hong Kong.
Jutting sudah melakukan Sidang perdananya pada Senin, 24 Oktober 2016. Namun Jutting mengaku tidak bersalah atas kasus pembunuhan ini.

Korban pembunuhan di Hongkong yang berasal dari Indonesia kini sudah diketahui identitasnya yakni Sumarti Ningsih berusia 23 tahun dan Seneng Mujiasih berusia 26 tahun. Kedua jasadnya ditemukan pihak kepolisian setempat di dalam apartemen mewah yang dimiliki Jutting.

Jasad Ningsih wanita asal Indonesia ini dimutilasi dengan keji dan dimasukkan kedalam koper yang ada di balkon apartemen. Sedangkan Mujiasih ditemukan tergeletak berlumuran darah dengan banyak luka disekujur tubuhnya. Mujiasih diketahui berprofesi sebagai pembantu di Hongkong. Sementara itu, Ningsih datang ke Hong Kong dengan status visa sebagai turis.

Wakil Hakim Pengadilan Tinggi Hong Kong Michael Stuart Moore mengatakan bahwa Jutting memang merekam aksi keji pembunuhannya dengan menggunakan telepon genggam iPhone miliknya.

Bahkan Mantan Bankir ini juga merekam dirinya sendiri bahwa ia senang bisa melakukan tindak kekerasan keji dan sempat berpikir untuk menyerahkan diri atau terbang ke Inggris.

Mengerikannya, rekaman video pembunuhan 2 WNI yang direkam oleh Jutting ini disaksikan langsung oleh para juri persidangan diruang tertutup dan terpisah. Bahkan Stuart Moore memperingatkan agar juri yang tidak mampu melihat adegan keji ini untuk tidak ikut serta. Para wartawan dan pengunjung persidangan hanya bisa mendengarkan suara jeritan.

Jutting dikabarkan membunuh keduanya dengan cara yang keji, 3 hari disiksa dan diperkosa barulah Jutting membunuhnya dengan menggorok leher Ningsih yang saat itu disuruh menjilat tempat duduk toilet dan menusuk Mujiasih pembantunya tersebut.

tersangka-pembunuhan-2-wni-di-hongkong

Baca Juga: Video Foto Dosen Gaib hantu UAD Jogja Ini Menggemparkan Media Sosial 

Jaksa dan pengcara yang mendapingi terdakwa setuju untuk menunjukkan bukti fisik dalam kasus pembunuhan keji ini. Namun pengacara terdakwa tidak setuju mengingat psikologi dari terdakwa. Hingga pengacara terdakwa menyebut kasus pembunuhan ini adalah pembunuhan tidak disengaja bukan pembunuhan disengaja. (dsp)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY