5 Fakta Plasenta Previa Bagi Ibu Hamil

SHARE
5 Fakta Plasenta Previa Bagi Ibu Hamil

OptiDaily.com – Ibu hamil tentu sangat menjaga kesehatan bayi yang ada di dalam kandungannya mulai dari gerakan, berat, dan semua perkembangannya.

Mulai dari pola makan dan olahraga pun ditempuh supaya kandungan tetap sehat sampai proses persalinan.

Kendati demikian, saat usia kandungan sudah mencapai 9 bulan, ibu hamil harus melakukan banyak perispan serta chech up sebab kondisi kehamilan 9 bulan rentan untuk mengalami posisi plasenta yang tidak normal.

Ketika rahim seorang ibu hamil berkembang, plasenta normal akan melebar ke arah atas serta menjauhi leher rahim atau serviks.

Pada posisi tidak normal, plasenta justru akan berada dibawah, di dekat serviks. Kondisi inilah yang sangat membahayakan sang ibu dan juga cabang bayi yang ada didalam kandungan.

Plasenta yang berada di dekat serviks dinamakan Plasenta Previa.

Gejala Dan Ciri-Ciri Plasenta Previa Ibu Hamil

1. Keluar Darah

Gejala utama ibu hamil mengalami Plasenta Previa adalah darah keluar tanpa rasa sakit. Pendarahan ini terjadi pada 3 bulan terakhir masa kehamilan. Meski begitu, tidak semua ibu hamil yang mengalami plasenta previa akan mengalami pendarahan. Ada juga ibu hamil yang keluar darah dalam jumlah yang sedikit seperti hari pertama menstruasi.

2. Prematur

Plasenta Previa akan menjadi masalah yang serius bila tidak segara ditangani dokter. Dampak Plasenta Previa akan membuat bayi lahir cera aprematur.

Penyabab Plasenta Previa

Ada banyak faktor penyebab plasenta previa diantaranya pernah menjalani operasi raim , kuret, dan keguguran. Ibu hamil yang pernah menggunakan kokain juga bisa mengalami plasenta previa.

Penanganan Plasenta Previa

Ada dua jenis plasenta previa yakni minor dan mayor. Bila dokter memvonis plasenta previa, maka moms tidak bisa melakukan persalinan normal, bila mengalami plasenta previa mayor kamu harus menjalani operasi saat melahirkan.

Periksa lebih lanjut ke dokter kandungan untuk mencegah terjadinya plasenta previa yang sangat membahayakan. Namun ada baiknya cek kondisi kandungan dari awal agar plasenta previa bisa dicegah sejak dini.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY