Bagaimana Cara Klaim Asuransi Agar Tidak Ditolak Seperti Nasabah Asuransi Allianz

SHARE
Bagaimana Cara Klaim Asuransi Agar Tidak Ditolak Seperti Nasabah Asuransi Allianz

OptiDaily.com – Eks Direktur Utama PT Asuransi Allianz Life Indonesia Joachim Wessling dan Manager Claim Yuliana Firmansyah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan mempersulit proses pencairan klaim asuransi.

Joachim dan Yuliana dijerat dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Keduanya dilaporkan nasabahnya sendiri bernama Ifranius Algadri.

Berdasarkan kuasa hukum Ifranius, Alvin Lim mengungkapkan kliennya merasa dipermainkan dan dipersulit saat mengklaim asuransi. Proses klaim asuransi yang berbasis di Jerman ini menambahkan persyaratan yang tidak ada dalam buku polis asuransi.

Ifranius berniat untuk mengklaim asuransi untuk biaya rumah sakit. Saat klaim pertama begitu lancar namun saat sakit kedua, Ifranius sangat dipersulit. Ifranus bahkan mengaku bahwa sebelumnya dirinya dipaksa-paksa untuk membeli asuransi Allianz. Namun saat proses klaim merasa dipermainkan.

Belajar dari kasus nasbah Allianz yang ditolak klaim asuransinya, berikut tips mengklaim asuransi agar diterima perusahaan asuransi.

5 Cara proses Klaim Asuransi Tidak Ditolak

1. Polis asuransi harus aktif

Cara memastikan polis asuransi masih aktif adalah dengan membayar premi tepat waktu. Perusahaan asuransi tidak akan membayar klaim Anda bila polis tidak aktif atau lapse. Oleh sebab itu pastikan untuk selalu membayar polis tepat waktu agar saat proses klaim dipermudah pihak asuransi.

2. Periksa risiko yang ditanggung

Cara melihat apa saja risiko yang akan ditanggung asuransi dengan melihat buku perjanjian polis. Polis akan membuat risiko-risiko apa yang bisa diklaim nasabah dan risiko mana saja yang tidak bisa diklaim. Pastikan risiko yang Anda inginkan tertuang dalam perjanjian polis.

3. Jujur

Sebagai nasabah yang baik, Anda juga harus mengungkapkan dengan jujur seluruh informasi mulai dari riwayat hidup dan penyakitnya. Nasabah yang ketahuan menyembunyikan riwayat penyakitnya jangan kaget apabila perusahaan asuransi menolak klaimnya.

4. Tidak Sedang Dalam Masa Tunggu

Beberapa produk asuransi memiliki kebijakan masa tunggu yang berbeda-beda. Masa tunggu asuransi adalah nasabah tidak dapat mengajukan klaim bila sedang masa tunggu setelah sebelumnya mengajukan klaim, terutama untuk penyakit kritis.

Baca Juga: Tertarik Mengunjungi Supermarket Asuransi Terbaik? Ini Dia 4 Keuntungannya!

5. Nasabah tidak terlibat pelanggaran hukum

Perusahaan asuransi lebih berhati-hati menilai calon tertanggung. Terumata dilihat dari aspek moralnya. Nasabah atau disebut pemegang polis tidak boleh terlibat tindakan pelanggaran hukum sebab akan dipersulit proses klaimnya. (fsr)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY