Baru buka 2 Jam, Cilok Gajahan Yogyakarta Ini Ludes

SHARE
Baru buka 2 Jam, Cilok Gajahan Yogyakarta Ini Ludes

OptiDaily.com – Semua orang pasti sudah mengenal makanan yang satu ini. Ya Cilok, makanan ini banyak dijumpai dimana saja bahkan hampir dijual di setiap kota-kota besar di Indonesia, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di Yogyakarta, pedagang cilok dapat ditemukan diberbagai pusat keramaian mulai dari sekolah hingga alun-alun kota. Tapi cilok Yogyakarta ini tentu berbeda dari cilok pada umumnya. Yuk simak ulasannya.

Ada cilok di Yogyakarta yang sangat populer, Cilok Gajahanan namanya. Nama Cilok ini diambil berdasarkan nama daerah yakni Gajahan.

Daerah tersebut dulunya bekas kandang gajah milik Keraton yogyakarya.

Cilok gajahan jogja selalu ramai diburu pembeli. Saking ramainya, cilok Yogyakarta yang hits ini ludes dibeli dalam kurun waktu 2 jam.

Syahrul, selaku pedagang cilok gajahan jogja mengaku pada awalnya ia berjualan cilok hanya berkeliling antar sekolah saja. Setelah 3 tahun mengais nasib beegadang cilok keliling, ia akhirnya memutuskan untuk berjualan cilok di kawasan Alun-Alun selatan Yogyakarta.

Setiap harinya, syahrul menghabiskan 2 kilogram tepung tapioca untuk membuat cilok. Namun setelah berjualan di alun-alun jogja dan memberikan nama dagangannya “cilok Gajahan”. ia berhasil menghabiskan sekitar 30 kilogram tepung tapioca setiap harinya.

Menjaga kulitas rasa dan tekstur adalah hal penting dalam membuat cilok.

Lanjut syahrul menjelaskan, selain cita rasa cilok, bumbu atau sambalnya menjadi favorit masyarakat. Tak heran ciloknya selalu laris manis.

Untuk membuat bumbu cilok yang enak, ia mengaku hanya menggunakan cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih. Semua bahan yang digunakan masih segar.

Baca Juga: Bandara Soekarno Hatta Siap Tandingi Bandara Changi Singapura lewat Terminal 3 Ultimate

Dengan konsisten menjaga kualitas rasa dari bahan-bahan yang berkualitas, setiap hari syahrul mengantongi setidaknya 1.5 juta dari hasil jualan ciloknya. (MS)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY